Persiapan Nikah (Chapter 2 - Lamaran)
Minggu, 28 Desember 2008 adalah hari yang sangat istimewa, karena pada hari itu, seorang anak bernama Adhi Laksono (Sang Jaka) bertamu ke rumah Bapak Sukidjo untuk melamar anak gadisnya yang bernama Anita Dyah Novitasari (Tuan Putri Kepoh). Sang Jaka membawa pasukan sebanyak 37 orang untuk meyakinkan Tuan Putri Kepoh kalo dia sangat serius untuk menjadikan Tuan Putri Kepoh istrinya kelak. Amiiiin. Hehehe.
Cerita di mulai pada hari Sabtu, 27 Desember 2008. Bapak, Ibu, Mas Arief, Mbak Arida dan Sang Jaka menyiapkan seserahan pengiket seharian ampe larut malam dan koordinasi dengan om, tante, pakde, budhe, eyang-eyang, kakak dan adik-adik untuk dapat berkumpul di depan Rumah Dinas Bupati Sragen. Berhubung keluarga besar yang akan hadir berangkat dari tempat-tempat yang berbeda, yaitu Yogya, Semarang dan Solo.

Perjalanan ke Sragen alhamdulillah tidak menemui hambatan yang berarti. Walaupun keponakanku yang lucu, Azka, sempat muntah-muntah di perjalanan (walaupun tetap senyum dalam kemuntahannya hihihi…). Om Adhi minta maap ya dik Azka. Di Rumah Dinas Bupati kita berkumpul untuk istirahat dan makan jajanan yang telah disiapkan dari semarang, yaitu arem-arem dan lumpia. Setelah selesai beristirahat, keluarga besar kembali melanjutkan perjalanan ke Dukuh Kepoh tempat Tuan Putri berada.
Setelah sampai di rumah Tuan Putri Kepoh, Kami di sambut hangat oleh keluarga Kepoh. Yang mengagetkan adalah, jumlah keluarga yang menyambut tidak kalah banyak dengan keluarga besar Sang Jaka. Menurut gosip yang beredar, lamaran pada hari itu adalah acara lamaran terbesar di Dukuh Kepoh, dengan banyaknya anggota keluarga yang hadir.
Susunan acara sudah di siapkan oleh keluarga besar Tuan Putri Kepoh sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Penerimaan tuan rumah yang di pimpin oleh Pak Yadi
3. Sambutan dan penjelasan maksud dan tujuan Keluarga Sang Jaka (Bapak S. Budi Prayitno)
4. Sambutan dan Jawaban dari pihak keluarga Tuan Putri Kepoh (Pakde Sukardi).
5. Ramah Tamah
6. Penutup.

Dari susunan acara di atas, berhubung Sang Jaka merasa gugup dan grogi, dari pembukaan sampe acara penutup, Sang Jaka tidak beranjak dari tempat duduknya, berucap pun jarang. Sampai-sampai Tuan Putri Kepoh mengira bahwa Sang Jaka sedang puasa makan dan puasa bicara. Hihihi…
Di tengah kegugupan Sang Jaka, akhirnya terkaget-kaget juga pada saat di tanya oleh Bapak secara mendadak saat prosesi lamaran;
Bapak : “Apa benar Dik, Mbak Nita ini yang Dik Adhi maksud untuk di
lamarkan oleh Bapak? “ (Tuan Putri Kepoh dengan
kebimbangan menunggu jawaban dari Sang Jaka)
Sang Jaka : “Betul Pak (sembari setengah kaget dan tersipu-sipu pada
saat melihat Tuan Putri Kepoh)”
Semua orang mendadak tertawa lega setelah Sang Jaka menjawab dengan logat jawa yang medok “Betul Pak”.
Alhamdulillah, semua proses dapat berjalan dengan lancar, lalu keluarga besar Sang Jaka pamit untuk pulang. Dan selesailah pula satu proses dalam perjalanan Sang Jaka dan Tuan Putri Kepoh dalam mempersiapkan diri ke Pelaminan.
Adhi ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua, Mas Arief, Mbak Arida yang telah sangat membantu dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk lamaran, sampai tidur larut malam. Adhi juga mau mengucapkan terima kasih kepada Om, Tante, Pakde, Budhe, Eyang-eyang, dan semua saudara-saudara yang telah hadir dan memberikan nuansa kekeluargaan yang luar biasa berkesan dan Adhi tidak mungkin dapat melupakannya. Adhi mau mengucapkan terima kasih kepada Tuan Putri Kepoh dan Keluarga Besar yang telah bersedia menerima kami dengan hangat (berterima kasih karena telah menerima lamaran Sang Jaka juga. Hihihi…). I Love You All.







one step closer om adhi. selamat ya..
pasti deg-degan nunggu 5th of july hehe
Comment by lora — January 6, 2009 @ 6:11 am
Dilamar oleh Mas Adhi adalah peristiwa yang sangat ku nantikan..(Terima kasih ya Mas Adhi, Bapak, Ibu, Mas Anang, Mbak Arida, De Azka, dan seluruh keluarga besar).
Alhamdulillah, proses ini dapat berjalan dengan lancar dan InsyaAllah menyenangkan bagi keluargaku, keluarga Mas Adhi, dan para tetanggaku yang ikut antusias membantu menyiapkan segala sesuatunya.
Kalo ditanya apa rasa dilamar, jujur sampai sekarang susah untuk diceritakan lewat kata2. Yang pasti bahagia, seperti mimpi. deg2an, terharu, dan ada rasa aneh (Hehe…)
ohya, ada rasa takut juga. Takut kalo komunikasi kedua keluarga ada kendala. Tapi Alhamdulillah semua lancar…
Hal yang aneh ketika, Sang Jaka Mas Adhi Laksono terpaku dan terdiam ditempat duduknya. Sama sekali gak menyapaku. bingung jadinya, apa emang kalo lamaran itu calon mempelai gak boleh bertegur sapa y?hehe..cuma sempat berjabat tangan 2 kali. Lumayan…
Ada satu hal yang bikin gak enak. Nita sudah menyampaikan ke Bapak Ibu kalo Mas Adhi dan Bapak Ibu puasa tetapi ita lupa gak menyampaikan ke Mbak Yayuk yang menyiapkan snack di meja.
Maaf ya Mas.
Semoga jalan menuju pernikahan setelah lamaran ini diberi kemudahan, kelancaran, kebarokahan, dan ridho Allah. Amiiinn.
Lov U Honey..
Comment by anita — January 7, 2009 @ 1:39 am
@lora
Iya nih, one step closer euy. Doain ya semoga semua berjalan lancar.
@sayang
Hihihi.. jangan katakan kalo 2 kali jabat tangan itu termasuk pas kedatangan mas, n pas mas mau pamit pulang…. Huaaa.. ternyata se-grogi itu ya mas adhi ya. Mas minta maap ya sayang.
Alhamdulillah juga acara dapat berjalan dengan lancar. Semoga untuk kedepannya akan semakin lancar.
Untuk puasa, mas gak papa kok, cuma pas di tawarin kayaknya perut mas memanggil2 hihi…
Comment by ryotahiro — January 7, 2009 @ 2:56 am
Ati-ati Pak Kidjo…
Tolong dijaga anaknya sebelum nikah nanti…
Adhi udah gak tahan tuh!
Hehehe….
Comment by Maho van Hoorn — January 8, 2009 @ 6:31 am
Waduh3x…
Mas Maho, aya2 bae..
Hehe..
Makasih ya sarannya, nanti disampaikan ke Bapak Sukidjo tercinta.
Comment by anita — January 9, 2009 @ 6:49 am
selamat ya dhi……..tinggal deg degan pas ijab kabul aja nih..ama bersenang2 di malam harinya
serta menjalani hidup pernikahan sampai akhir amin.
ditunggu undangannya…
Comment by aries — January 13, 2009 @ 2:12 am
@ mas aries
Wah, makasih doanya mas ya. Hihi, moga2 aja pas ijab gak pingsan. Kalo soal malam harinya…. :”> hihihi.. jadi malu.. Menjalani pernikahan sampai akhir, AMIIIIINNNNNNN…
Comment by ryotahiro — January 14, 2009 @ 12:15 am
di seperti biasa nitip 3 gp pas nikahan ya
Comment by rizky — March 15, 2009 @ 6:40 am